Category Archives: Sejarah

Kisah Warga Kajang “I Konte” Pingsan Usai Usap Linggis

AMMATOA.COM – Warga Kajang punya ritual tersendiri untuk mengungkap kebenaran dalam kasus pencurian. Salah satunya tunu panroli atau bakar linggis. Suatu hari seorang warga Tanatoa Kajang bernama I Banro memergoki I Sompala yang sedang menebang pohon di Borong Batasayya. Borong Batasayya adalah hutan adat yang wajib dijaga dan dilindungi. I Banro melaporkan kejadian tersebut kepada Ammatoa, pemimpin adat… Read More »

Tana Toa Kajang Pewaris Bumi Penjaga Hutan Bulukumba

AMMATOA.COM – Inilah salah satu suku yang berhasil mempertahankan tradisinya dengan baik di Pulau Sulawesi. Mendiami salah satu desa di pedalaman Kabupaten Bulukumba, di Provinsi Sulawesi Selatan, suku Kajang adalah daya tarik yang sulit dilewatkan saat Anda menyambangi “Bumi Pembuat Pinisi” (baca; Bulukumba). Suku Kajang hidup dengan cara tradisi ketat, dimana saat Anda menyambangi desa ini maka tidak… Read More »

Suku Konjo Bulukumba: Tak Kenal Maka Tak Sayang

Ammatoa.com – Mau datang ke Kawasan Adat Ammatoa di Kajang, Bulukumba Sulawesi Selatan? Datang saja ke sana dengan kerendahan hati, kejujuran, dan senyum. Suku ini ternyata lebih terbuka dibandingkan kisah-kisah yang mengatakan bahwa mereka tidak menerima kedatangan wisatawan. Sebenarnya apa dan siapa sih masyarakat adat Ammatoa yang biasa disebut orang Kajang ini? Sebagai gambaran, ingat suku Baduy di… Read More »

Nganre Sassang: Ritual Sakral Suku Kajang, Beri Makan Bayangan Sendiri

AMMATOA.COM – Suku Kajang merupakan salah satu suku yang cukup dikenal di dunia. Selain kekuatan mistis yang dimilikinya, suku ini juga memiliki ragam budaya yang unik. Di antaranya, ritual memberi makan bayangan. Bagi masyarakat Kajang, ritual penolak bala tersebut dilakukan setiap tahun, tetapi pelaksanaannya tertutup, berbeda dengan ritual menguji kejujuran yang disebut ritual attunu panrolik yang memang digelar… Read More »

Perahu Pinisi akhirnya mendapatkan pengakuan dunia internasional

AMMATOA – Kabar gembira untuk masyarakat Bulukumba di penghujung tahun 2017. Akhirnya Perahu Pinisi mendapatkan pengakuan dunia internasional sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Jeju Island, Korea Selatan, Kamis (07/12/2017). Melalui keputusan sidang ke-12 pada hari Kamis 7 Desember 2017, telah ditetapkan usulan Indonesia yaitu PINISI: Seni Pembuatan Perahu di Sulawesi Selatan (PINISI: Art of Boatbuilding in South… Read More »