Lajang Tase, Makanan Khas Kajang kab Bulukumba Sulsel

oleh -215 views
Makanan Khas Kajang
Juku tasa/Lajang Tase makanan khas Kajang

AMMATOA.COM – Jika berbicara tentang Kajang, sebuah daerah di Bulukumba. Kalian pasti tertuju pada kawasan adat Ammatoa yang dikenal dengan pakaian serba hitam dan topi kain yang dililitkan di kepala dikenal atau Passapu’.

Namun siapa sangka, sekisar 20 Km dari kawasan tersebut, terdapat sebuah daerah yang disebut Kassi yang juga sebagai lokasi tempat pelelangan ikan di Kajang. Di sana, terdapat aktifitas masyarakat yang membuat masakan ikan khas daerah tersebut.

Masakan ikan khas itu disebut Juku’ Tasa‘, dalam bahasa Makassar dikenal dengan nama Pallu Ce’la, dalam bahasa bugis dikenal Lajang Tase‘ yang dalam bahasa Indonesia ikan masak asin atau ikan masak kunyit.

Bahan dari masakan ikan ini sangat sederhana yakni kunyit, garam, air, dan ikan. Semua jenis ikan yang ada di pasar sebetulnya bisa, namun hanya ada dua jenis ikan yang direkomendasikan yakni cakalang dan layang. Cara buatnya pun sangat sederhana, cukup mamasukkan ikan dengan cara disusun ke loyang aluminium lalu ditabutri garam dan kunyit, diberi air secukupnya lalu dimasak hingga matang.

Hal tersebut dijelaskan oleh salah seorang warga Kassi, Naima (50), dari Kecamatan Kajang yang berbagi resep cara pembuatan ikan ini. Dia menjelaskan sembari mempraktikkan cara pembuatannya. “Di sini saya membuat ikan ini sekisar 20 tahun silam bersama suami. Sebetulnya semua orang bisa memasak ikan ini, tetapi banyak konsumen menilai jika masakan juku’ tasa’ dari sini memiliki ciri khas. Rasanya dari sini jauh lebih enak,” katanya.

Jangan heran kalau Juku’ Tasa atau Pallu Ce’la ini memiliki pasaran yang sangat luas, Naima sendiri hanya menjual Juku‘ Tasa’nya ke pengecer di Pasar Malino, Kabupaten Gowa. Sedangkan produsen Juku’ Tasa’ lainnya dipasarkan di wilayah seperti Sinjai, Bantaeng, Selayar bahkan ada yang dikirim ke provinsi lain.

“Kita dibagi wilayah penjualan, saya khusus jual di daerah Malino, supaya tidak saling berselisih, pembuat ikan lainnya juga mengambil wilayah lain. Bahkan ada langganan kami sengaja membeli banyak lalu dikirim ke daerah Jawa bahkan di Malaysia jika ada keluarganya yang memesan ikan ini di sana,” tambahnya.

Untuk harganya sendiri, menurut Naima tergantung pasaran harga ikan yang berlaku, namun dalam satu loyang dengan berisi 70 sampai 75 ekor dapat dijual dengan harga Rp350 ribu hingga Rp400 ribu. Pedagang eceran biasanya menjual Rp20 ribu per tiga ekornya.

Jadi anda yang ingin menikmati masakan ikan khas dari Kajang ini, anda bisa mengunjungi pasar-pasar tradisional yang ada di Bulukumba atau langsung berkunjung ke pusatnya di Kassi’, Kecamatan Kajang Bulukumba.

Artikel: Juku Tasa, Makanan Khas Kajang kab Bulukumba Sulsel: VIA Travel.rakyatku.com

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *